I Putu Gede Sugiharta, SE

Berjiwa sosial tinggi, penuh semangat pengabdian, dan teguh di jalan Dharma, I Putu Gde Sugiharta, SE, atau akrab disapa Jero Mangku Sugiharta, adalah sosok yang kini memimpin Yayasan Yatim Piatu Anatha Nusantara (Yapindu) Bali. Lahir di Gianyar, 10 April 1975, beliau merupakan seorang wiraswasta yang aktif ngayah (mengabdi) di berbagai lini sosial dan keagamaan.

Riwayat pendidikannya dimulai di SD Negeri 3 Bakbakan, berlanjut ke SMP Negeri 2 Gianyar dan SMA Negeri Sukawati, sebelum menyelesaikan pendidikan tinggi di Undiknas Denpasar, jurusan Ekonomi.

Semangat sosial Jero Mangku Sugiharta telah tampak sejak lama. Ia pernah menjabat sebagai:

  • Ketua Yayasan Siwa Murti Bali Cabang Bangli, melayani masyarakat melalui pengobatan skala-niskala keliling Bali hingga Pulau Jawa.
  • Ketua Dewan Koordinator Daerah (Dekorda) Bangli – Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia).
  • Pengurus di PSN Bangli dan kini memimpin Yapindu Bali sebagai Ketua Pengurus Wilayah.

Salah satu momen paling mengesankan dalam pengabdiannya adalah ketika memimpin 50 siswa dalam kegiatan sosial Mebayuh Sapu Leger massal yang diikuti oleh 700 peserta. Namun karena istri tercinta jatuh sakit, beliau dengan penuh tanggung jawab memilih mundur sementara dari kegiatan organisasi.

Setelah masa pemulihan, panggilan Dharma kembali datang. Bersama Puskor Hindunesia, ia menggelar berbagai aksi sosial — dari pengobatan gratis di Kintamani, bantuan korban banjir dan longsor di Bali, hingga misi kemanusiaan ke Malang dan kawasan terdampak bencana di Semeru dan Banyuwangi. Ia juga terlibat dalam pembangunan Pura Darma Santi di Jawa Timur.

Di tengah pandemi COVID-19, saat banyak orang terhenti oleh keterbatasan, beliau tetap bergerak membagikan bantuan sembako. Bahkan ketika harus dirawat intensif karena komplikasi kesehatan, semangat pengabdiannya tidak padam. Dengan bekal sederhana berupa bubur putih, ia tetap hadir dalam rapat dan kegiatan yayasan, sembari menjalani pengobatan rutin dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

Ketika kesehatannya mulai pulih, datanglah tawaran dari Yapindu Pusat untuk memimpin cabang Bali. Awalnya, ia menolak karena masih menjabat di Puskor. Namun panggilan nurani datang ketika mengingat keponakannya — anak Hindu yang dalam kondisi sulit akhirnya ditampung oleh yayasan non-Hindu dan berpindah keyakinan. Dari sanalah ia tersentuh dan mantap menerima amanah sebagai Ketua Yapindu Bali.

Di bawah kepemimpinannya, Yapindu Bali aktif menyalurkan bantuan pendidikan, sembako, dan perlengkapan sekolah. Hingga saat ini, lebih dari 200 anak yatim piatu Hindu di Bali telah menerima bantuan rutin dari Kementerian Sosial. Data penerima terus berkembang, kini mencapai lebih dari 500 anak, termasuk mereka yang tinggal bersama keluarga namun dalam kondisi serba kekurangan — fenomena umum di Bali di mana anak yatim piatu tetap diasuh oleh kerabat, namun belum tersentuh bantuan formal.

Pelantikan resminya sebagai Ketua Yapindu Bali berlangsung pada 21 April 2023, di Wantilan Pura Kanda Pat Sari, Denpasar — menjadi titik awal gerakan sosial yang lebih terstruktur dan meluas.

“Jadikan rintangan sebagai tantangan untuk motivasi kita bersungguh-sungguh mencapai tujuan. Selalu tulus dan ikhlas berkarma di jalan Dharma, demi masa depan anak-anak yatim piatu Hindu yang mandiri dan sukses,” tegas beliau.

Di tengah tantangan, Jero Mangku Sugiharta tetap menjadi teladan ketulusan, keteguhan, dan keikhlasan. Melalui kepemimpinannya, Yapindu Bali bergerak sebagai jembatan harapan dan pelindung masa depan anak-anak yatim piatu Hindu — agar tetap teguh dalam keyakinan, berdaya secara pendidikan, dan sejahtera secara sosial.