
Drs I Nyoman Sujastra
Drs. I Nyoman Sujastra – Pembina Yayasan Yapindu Bali
Dari Bukit Gersang Pecatu, Menjadi Pelita Bagi Anak-Anak Yatim Piatu Hindu
Lahir pada 3 Oktober 1965 di Banjar Kauh, Desa Pecatu, di tengah lingkungan perbukitan yang gersang dan penuh keterbatasan, Drs. I Nyoman Sujastra tumbuh dalam keluarga petani sederhana yang menggantungkan hidup dari jagung, kedelai, dan ternak. Bersama enam saudaranya, ia tinggal di rumah kecil yang sarat kesederhanaan — namun besar dalam harapan dan semangat juang.
Pendidikan adalah jalan perubahan, itulah keyakinan yang ia pegang sejak kecil. Setelah lulus SD, karena desanya belum memiliki SMP, ia merantau ke Denpasar dan menjadi pembantu rumah tangga: menyapu, mencuci, menyetrika, hingga menjaga anak. Tak lama kemudian ia mencoba bekerja di pabrik batik, lalu menjadi buruh bangunan dan proyek jalan demi bertahan hidup — semua itu ia lakukan demi satu tujuan: bisa terus sekolah.
Ketika SMP akhirnya berdiri di desanya tahun 1980, ia kembali mengejar pendidikan dengan semangat. Lulus SMA di Denpasar (1987), ia melanjutkan ke Universitas Mahasaraswati dan aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Tamat kuliah pada 1991, ia mengajar sebagai guru honorer dan mulai membina keluarga kecilnya.
Namun kehidupan tak semudah yang dibayangkan. Ia kembali ke Pecatu dan mengajar sambil menjahit bersama istri untuk menyambung hidup. Mereka juga berjualan sembako keliling dengan sepeda motor, hingga akhirnya mampu membuka toko dan membangun usaha penginapan kecil di Labuan Sait.
Perjuangan, integritas, dan pengabdian menjadikan masyarakat menaruh kepercayaan penuh padanya. Ia diangkat menjadi manajer KUD bangkrut — yang kemudian ia bangkitkan hingga meraih penghargaan Presiden Soeharto. Dari sanalah langkahnya berlanjut sebagai anggota DPRD Badung, sambil tetap mengembangkan koperasi dan membina komunitas.
Namun, takdir menguji. Istri tercinta berpulang, meninggalkan pesan yang menggugah:
“Tolong jaga anak-anak, dan jangan lupa sisihkan penghasilanmu untuk anak yatim piatu.”
Wasiat itu menjadi titik balik batin bagi I Nyoman Sujastra. Ia kemudian melanjutkan hidup bersama istri kedua, dan mulai rutin melakukan kegiatan sosial, termasuk menyantuni anak-anak yatim piatu Hindu.
Pertemuannya dengan Yayasan Yapindu Bali melalui sepupunya, Bapak Ketut Komplit (pengurus Yapindu Pusat), menjadi jalan karma yang terang. Pada 21 April 2023, beliau resmi dilantik sebagai Pembina Yapindu Bali di Wantilan Pura Kanda Pat Sari, Denpasar.
Sejak saat itu, beliau mendedikasikan tenaga, waktu, pikiran, dan materi demi mendampingi anak-anak yatim piatu Hindu agar mereka dapat tumbuh dengan pendidikan yang layak, kesehatan yang terjaga, dan kasih sayang yang mendalam.
“Dengan wadah Yapindu, kita berkarma bersama. Kita sehati dalam keluarga besar ini — saling asah, asih, asuh, menyama braya. Semoga setiap langkah kita menjadi jalan suci untuk menebar kasih dan dharma,” ucapnya dengan tulus.

